Ratusan Warga Lumajang Aksi Dukung Pengungkapan Kasus Penipuan Money Game

Iklan Semua Halaman

Ratusan Warga Lumajang Aksi Dukung Pengungkapan Kasus Penipuan Money Game

Ekspektasi
Wednesday, 18 September 2019

Advertise

Advertise

EKSPEKTASI.ID - Ratusan warga yang menamakan diri Gerakan Pecinta Tanah Air (Gempita) turun ke jalan mengadakan aksi unjuk rasa. Aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Polres Lumajang yang kini sedang menangani kasus penipuan berkedok Multi Level Marketing (MLM) dengan merek Q-Net.

Ratusan Warga Lumajang Aksi Dukung Pengungkapan Kasus Penipuan Money Game
Massa Gerakan Pecinta Tanah Air (Gempita) di alun-alun Lumajang

"Yang kami lakukan bukan mendukung Kapolres, tetapi lebih pada mendukung pengungkapan kasus hukumnya. Sebab, kasus ini telah meresahkan banyak warga Lumajang dan kami harap bisa diusut tuntas," ujar Abdul Rohim Ardy, koordinator Gempita.

Ratusan massa Gempita yang terdiri dari elemen GMNI, Serikat Petani Lumajang (SPL) dan MPPM Timur, bergerak dari pusat kota Lumajang menuju Mapolres Lumajang. Mereka juga meminta polisi tidak ragu mengungkap kasus penipuan dengan model money game.

"Karena kami khawatir, berdasarkan informasi yang kami terima, pihak yang terlibat justru mengadukan penyidik ke Bareskrim. Tidak elok rasanya, di tengah penyidikan yang berlangsung, ada laporan balik seperti itu," lanjut Abdul Rahim.

Selain itu, massa Gempita juga meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lebih aktif dalam mengedukasi dan meningkatkan literasi keuangan kepda masyarakat.

Ratusan Warga Lumajang Aksi Dukung Pengungkapan Kasus Penipuan Money Game

"Masyarakat kita kan masih banyak yang awam. Mohon agar lebih ditingkatkan sosialisasi dan literasi keuangannya, agar tidak ada lagi yang tertipu model penipuan seperti ini," papar Abdul Rahim.

Kasus Q-Net sempat menimbulkan polemik karena pada tahun 2017 lalu, OJK sempat menyatakan bisnis Q-Net bukan ilehal. "Tahun 2017 OJK memang sempat mengatakan Q-Net itu bukan money games. Tapi kita siap untuk adu argumentasi," ujar Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban beberapa waktu lalu, melalui pernyaan tertulis.

Bahkan karena kasus ini pula, Arsal bersama Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran bersama jajarannya pada Senin (16/09) kemarin dipanggil Bareskrim.

"Saya dan jajaran dipanggil menghadap ke Mabes Polri di Jakarta untuk memaparkan kasus ini. Karena korban juga banyak dari wilayah lain," jelas Arsal.

Kasus penipuan berkedok MLM ini dilakukan oleh Q-Net yang terafiliasi dengan PT Amoeba Internasional. Saat ini, MK (48 tahun) yang merupakan direksi PT Amoeba Internasional, telah ditahan Polres Lumajang.

Ratusan Warga Lumajang Aksi Dukung Pengungkapan Kasus Penipuan Money Game

Penyidik juga sudah menyita rumah mewah sang direksi di Madiun,karena diduga berasal dari hasil penipuan. Perusahaan ini diduga menjalankan penipuan dengan model sistem piramida.

Dalam penyidikan terungkap, Q-Net mewajibkan member baru untuk mencari dua anggota lagi. Anggota yang direkrut kemudian juga diminta mencari anggota baru lagi. Mereka diiming-imingi akan mendapatkan 250 dolar AS setiap usai merekrut anggota.

Para member juga dijanjikan pekerjaan engan gaji Rp 3 juta per bulan. Namun setelah bergabung, ternyata mereka tidak pernah mendapatkan uang ataupun pekerjaan seperti yang dijanjikan.

Karena tergiur iming-iming, beberapa korban ada yang menjual harta bendanya, bahkan berhutang ke rentenir, demi memenuhi syarat di Q-Net.

Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan warga yang hilang. Setelah ditelusuri, ternyata korban yang masih berusia belia itu, tergiur Q-Net dan kemudian disekap di rumah bos Q-Net di Madiun.

Ratusan Warga Lumajang Aksi Dukung Pengungkapan Kasus Penipuan Money Game

Korban yang diduga berjumlah ratusan itu, rata-rata masih baru lulus sekolah atau kuliah. Kebanyakan mereka dari keluarga sederhana.

Dari informasi yang dihimpun Ekspektasi.id, aksi dukungan untuk pengungkapan kasus Q-Net masih akan terus berlanjut.

Pada Rabu (18/09) besok, bahkan ribuan massa direncanakan akan turun aksi di pusat kota Lumajang. Bahkan, Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, direncanakan akan ikut turun aksi.

"Saya juga akan turun aksi sebagai bentuk dukungan moral bagi Kapolres. Saya juga akan ajak Wabup Bunda Indah, untuk ikut serta," ujar Thoriq. (ad/fa)