Raih IPK Tertinggi, Anak Buruh Banyuwangi Jadi Wisudawan Terbaik Tahun Akademik 2019 - 2020

Iklan Semua Halaman

Raih IPK Tertinggi, Anak Buruh Banyuwangi Jadi Wisudawan Terbaik Tahun Akademik 2019 - 2020

Ekspektasi
Sunday, 1 September 2019

Advertise

Advertise

EKSPEKTASI.ID - Cahaya kegembiraan terlihat jelas di wajah Erwinda Viantasari yang pada Sabtu (31/8) menjadi salah satu dari 900 lulusan Universitas Jember untuk periode pertama tahun akademik 2019 - 2020.

Winda, demikian panggilan akrabnya, secara resmi lulus dari Fakultas Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Jember dan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.

Tidak hanya itu, mahasiswi asli Bangorejo, Banyuwangi mendapatkan Beasiswa Bidikmisi serta meraih gelar dengan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi (IPK), yaitu 3,92.




"Saat duduk di SMPN 2 Bangorejo, Banyuwangi, saya hampir putus sekolah karena orang tua saya tidak mampu lagi membayar untuk sekolah. Tetapi karena prestasi saya yang baik, para guru di SMPN 2 Bangorejo setuju untuk mendaftarkan saya di SMAN 1 Genteng Banyuwangi, yang merupakan sekolah favorit. Jadi selama sekolah di tingkat SMP hingga SMA, saya selalu mendapatkan kelegaan dari prestasi saya, "kata Winda, mengingat hari-hari sekolahnya.

Winda memang berasal dari keluarga kurang mampu, mengerti bahwa orang tuanya, pasangan Pairin dan Siti Atiqah hanyalah buruh tani yang bekerja lebih banyak ketika ada orang yang membutuhkan tenaga mereka.

Sementara seperempat hektar tanah milik keluarga juga tidak bisa dijadikan sandaran utama untuk hidup. Tapi Winda memang siswa yang ulung. Ketika duduk di SMPN 2 Bangorejo, Winda selalu menempati urutan pertama secara paralel di sekolahnya selama lima semester berturut-turut hingga lulus.

Demikian juga, ketika belajar di SMAN 1 Genteng, Winda memasuki kelas superior dan namanya selalu terdaftar sebagai tiga siswa terbaik di SMAN 1 Genteng.

"Ketika saya masih di sekolah menengah saya juga memenangkan tempat pertama di Olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Banyuwangi. Tetapi yang paling mengesankan adalah ketika saya memenangkan tempat kedua dalam kompetisi desain batik Banyuwangi, meskipun saya hanya memenangkan tempat kedua, desain karya saya menjadi batik resmi SMAN 1 Genteng sampai sekarang, "kata bungsu dari dua bersaudara ini.

Ternyata prestasi Winda berlanjut ketika dia belajar di Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Jember FKIP.

Winda memenangkan 10 besar di Olimpiade Sains Nasional 2017 di Yogyakarta. Winda juga termasuk dalam Tim Olimpiade Nasional JIP MIPA pada 2019 tahun lalu.

Beasiswa Bidikmisi memang seperti dewa penyelamat bagi Winda, karena pada awalnya Winda ragu untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat tersier karena kendala keuangan.

Namun dorongan dari guru-gurunya dan fasilitas beasiswa Bidikmisi dari pemerintah melalui Kemenristekdikti membuka masa depan yang lebih cerah baginya.




"Alhamdulillah, saya mendapat beasiswa Bidikmisi, mungkin saya tidak bisa seperti sekarang jika saya tidak mendapat bantuan dari Kemenristekdikti," kata Winda penuh emosi ketika ditemui di sela-sela upacara wisuda di Gedung Soetardjo di Kampus Tegalboto.

Meskipun mereka telah memenangkan beasiswa Bidikmisi, itu tidak berarti bahwa perjuangan Winda sudah berakhir. Tunjangan bulanan 650 ribu rupiah harus digunakan sebaik mungkin untuk membuatnya cukup untuk tinggal di Jember.

"Saya hanya meminta uang dari orang tua untuk kebutuhan yang sangat mendesak, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, jadi sejak semester ketiga hingga hampir lulus dari perguruan tinggi, saya memberikan pelajaran tambahan untuk siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah. Sekali tatap muka lumayan, bisa mendapatkan 25 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah tergantung pada materi yang diajarkan, "kata gadis berjilbab yang menyelesaikan studinya selama 3 tahun, 9 bulan dan 5 hari.

Prestasi Winda mendapat apresiasi, termasuk dari Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember. Dalam sambutan kelulusannya, ia menjelaskan bahwa pada kelulusan Universitas Jember periode I tahun akademik 2019/2020 terdapat 900 lulusan, di mana 376 lulusan merupakan penerima beasiswa dari berbagai sumber, seperti beasiswa Bidikmisi, beasiswa Bank Indonesia, beasiswa Lippo dan lainnya.

"Pemberian beasiswa dari pemerintah dan sektor swasta telah terbukti mampu memberikan kesempatan bagi anak-anak berprestasi untuk belajar di universitas. Dan tahun ini, Universitas Jember membagikan beasiswa Bidikmisi kepada 1.700 siswa di Kampus Tegalboto," katanya.

"Dari masa kecil saya, saya memang bercita-cita untuk menjadi guru. Oleh karena itu saya memilih untuk belajar di FKIP Universitas Jember. Karena saya ingin mendidik anak-anak untuk dapat mencapai tujuan mereka, terutama anak-anak yang kurang mampu seperti saya. Karena jika kita mau berusaha keras dan berdoa, maka tidak ada yang mungkin, insya Allah selalu ada jalan, "kata Winda mengakhiri pembicaraan.

Beasiswa Bidikmisi memang terbukti mampu mengantarkan Winda dan anak-anak bangsa lain untuk mencapai citta-cita mereka.