Di Luar Dugaan, Mbah Aryami Ditemukan Jauh Dari Lokasi Awal Setelah 10 Hari Dicari

Iklan Semua Halaman

Di Luar Dugaan, Mbah Aryami Ditemukan Jauh Dari Lokasi Awal Setelah 10 Hari Dicari

Ekspektasi
Wednesday, 18 September 2019

Advertise

Advertise

Ekspektasi.id - Proses pencarian nenek Bunadi Maryami alias Mbah Aryami, akhirnya membuahkan hasil. Namun Mbah Aryami ditemukan sudah dalam kondisi wafat setelah dicari selama 10 hari. Yang mengejutkan, mbah Aryami ditemukan sejauh 2 kilometer dari lokasi awal pencarian.

Mbah Aryami Akhirnya Ditemukan Setelah 10 Hari Dicari
Ambulans dan Kantung Jenazah yang disiapkan untuk mengevakuasi jenazah Mbah Aryami | Foto : Basarnas Pos Jember

"Sulit dipercaya, secara logika nenek seusia 88 tahun bisa sampai sejauh itu. Medannya juga lumayan, banyak pohon," ujar Rudi Prahara, Komandan Search Rescue Unit (Dan SRU) Basarnas Pos Jember saat dikonfirmasi Ekspektasi.id.

Keluarga menolak otopsi guna memastikan jenazah adalah Mbah Aryami. Sebab sudah yakin bahwa jenazah tersebut adalah Mbah Aryami. Keluarga memilih ingin langsung memakamkan Mbah Aryami.

"Memang kalau dari ciri-ciri pakaian yang melekat dan ciri-ciri fisik jenazah, mengarah pada korban Mbah Aryami yang selama ini kita cari," terang Rudi.

Saat ini, jenazah Mbah Aryami sedang dalam proses evakuasi dan akan langsung dimakamkan.

Jenazah Mbah Aryami ditemukan pada Rabu (18 September 2019) pagi. Secara resmi, operasi pencarian sudah dihentikan oleh Basarnas Pos Jember pada Senin (16 September 2019) kemarin.

"Tetapi kami mempersilakan warga yang ingin tetap mencari, dengan berkoordinasi ke pemangku setempat," papar Rudi.

Warga yang melanjutkan pencarian akhirnya menemukan Mbah Aryami berdasarkan petunjuk bau jenazah yang tercium.

Sebelumnya, Mbah Aryami dilaporkan hilang pada Senin (09/09) petang lalu. Ketika itu, Mbah Aryami terpisah dari rekannya ketika mencari  bahan makanan di bukit. Nenek kelahiran tahun 1931 itu terakhir terlihat di kawasan Bukit Tongguk, Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari.

Namun pencarian oleh warga akhirnya membuahkan hasil pada Rabu pagi ini.  "Jenazah ditemukan sekitar 2 kilometer dari titik awal Mbah Aryami dilaporkan menghilang. Yakni di Bukit Suluk, sebelah utara dari Bukit Tongguk. Kira-kira masuk Desa Pecalongan," jelas Rudi.

Titik penemuan tersebut, merupakan batas terjauh dari area penyisiran selama masa 7 hari pencarian. Selama seminggu tersebut, tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur, menyisir tiga area, yakni sejauh 2 kilometer ke arah Utara, Timur dan Barat dari titik terakhir korban terlihat.

Sebelumnya, operasi pencarian yang dikomando oleh Basarnas Pos Jember, telah dilakukan dengan dibantu oleh berbagai elemen. Yakni Search and Rescue Organisasi Pecinta Alam (SAR OPA) Jember, Koramil Tlogosari, Polsek Tlogosari, Kantor Kecamatan Tlogosari, Kantor Desa Trotosari, Satpol PP, Dinas Sosiak, MRI ACT, Rumah Zakat, Wanadri, Saber Janda, Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), relawan Suara Rakyat Bondowoso (SRB) dan sebagainya.

"Ada banyak organisasi juga yang terlibat membantu, tapi saya tidak hafal. Per hari, ada sekitar 20 elemen yang terlibat. Total 70 tenaga yang mencari itu, belum termasuk sukarelawan warga setempat yang ikut membantu pencarian, yang tidak bisa kami hitung satu persatu," jelas Rudi.



Reporter: Adi
Redaktur: Fajrin