Bunuh Diri Kembali Terjadi di Bondowoso, Dinding Rumah Dipenuhi Coretan Tulisan Tangan

Iklan Semua Halaman

Bunuh Diri Kembali Terjadi di Bondowoso, Dinding Rumah Dipenuhi Coretan Tulisan Tangan

Ekspektasi
Thursday, 19 September 2019

Advertise

Advertise

Kasus bunuh diri kembali terjadi di Bondowoso. Kali ini, seorang perempuan paruh baya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban berinisial EY 40 tahun, sudah ditemukan tidak bernyawa pada Kamis (19/09) malam di dapur rumahnya yang ada di Desa Petung, Kecamatan Curahdami.

Bunuh Diri Kembali Terjadi di Bondowoso, Dinding Rumah Dipenuhi Coretan Tulisan Tangan
Tembok rumah korban yang dipenuhi tulisan curahan hati | Foto : Istimewa

"Korban di bawa ke Kamar Jenazah RSUD dr Koesnadi Bondowoso sekitar pukul 22.00 WIB untuk proses otopsi. Sudah ada koordinasi dengan petugas Polsek Curahdami," ujar seorang petugas Puskesmas Curahdami yang enggan disebutkan namanya itu.

Menurut saksi mata, korban diketahui bunuh diri setelah tetangganya curiga karena lampu rumahnya sudah dua hari dua malam tidak dimatikan.

"Saat itu saya coba masuk dan menemukan korban dalam kondisi seperti itu. Saya berteriak dan meminta bantuan ke personel Babinsa (TNI AD) yang ada di desa," ujar Maria, tetangga korban yang menjadi saksi mata.

Korban selama ini hidup sendiri setelah berpisah dengan suami. Adapun putri semata wayangnya yang sudah berusia 21 tahun, hidup bersama suaminya.

Polisi pun segera datang untuk melakukan olah TKP di kediaman korban. Dugaan bunuh diri muncul, selain dari posisi korban meregang nyawa, juga dari pesan terakhir yang diduga ditulis korban. Sebagian dinding rumah korban dipenuhi coretan tulisan tangan yang menunjukkan adanya tekanan hidup.

Kasus ini menjadi peristiwa bunuh diri kedua yang terjadi di Bondowoso selama sebulan terakhir. Sebelumnya, pada 10 September 2019 lalu, seorang pemuda harus meregang nyawa karena meloncat dari menara sebuah masjid yang ada di Kecamatan Sukosari, Bondowoso. Korban diduga dalam keadaan tertekan karena masalah pekerjaan.

Mengacu pada himbauan psikolog, indikasi potensi tekanan jiwa yang mengarah pada bunuh diri, bisa terjadi pada siapa saja. Karena itu, masyarakat dihimbau untuk tidak menganggap enteng indikasi tekanan jiwa dan tidak ragu berkonsultasi ke pakar psikologi. (ad/na)