Nelayan Situbondo Tenggelam Usai Tebar Jaring Gondrong

Iklan Semua Halaman

Nelayan Situbondo Tenggelam Usai Tebar Jaring Gondrong

Ekspektasi
Saturday, 24 August 2019

Advertise

Advertise

EKSPEKTASI.ID - Kematian memang tidak terduga, itu rahasia illahi. Seperti nasib sial yang dialami Junaedi, nelayan dari Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Pria 29 tahun itu akhirnya meninggal setelah sebelumnya tenggelam di dasar laut dengan kedalaman 20 meter.

Pria ini diketahui telah menarik jaring jenis Gondrong di perairan air tawar Sumberwaru,
Insiden itu dimulai pada Sabtu (24/8/2019) pagi. Seperti biasa, Junaedi pergi ke laut menggunakan kapal milik Nursalam (30) KM Kota Baru.


Nelayan Situbondo Tenggelam Usai Tebar Jaring Gondrong


Junaedi menahkodai perahunya sendiri dengan 13 anggota awak lainnya, dari Perairan Mimbo. Mereka berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dan menggunakan jaring jenis gondrong.

Kemudian sekitar satu jam kemudian, Junaedi dan rekan-rekannya tiba di lokasi penangkapan ikan di perairan Ketapang, Sumberwaru.

Setelah menyebarkan jaring ikan, korban turun ke laut untuk menjaga dan memegang ujung jaring ikan di sekitar perairan. Kemudian korban berenang mendekat ke kapal yang jaraknya sekitar 3 meter dari ujung jala yang dipegang oleh korban.

Namun, korban langsung tenggelam dalam situasi tersebut. Rekan korban, Wedi (26) telah berusaha membantu tetapi tidak dapat menjangkau karena napasnya tidak kuat. Upaya pencarian terus dilakukan dengan mengundang penyelam lokal bernama Imam, warga Dusun Sidodadi, Desa Sumberwaru.

Setelah satu setengah jam pencarian, korban akhirnya ditemukan tewas di kedalaman 20 meter di dasar laut. Upaya evakuasi baru dilakukan pada pukul 10:00 WIB dengan menggunakan kapal nelayan.

Hampir bersamaan, Polisi Sektor Banyuputih, Koramil Banyuputih, Kamla Mimbo, Kepala Desa Sumberanyar, anggota masyarakat bersama dengan petugas BPBD Situbondo mengevakuasi mayat korban untuk proses post mortem oleh tim medis dari Puskesmas Banyuputih.

Pusdalop BPDD Situbondo, Puriyono mengkonfirmasi kecelakaan kerja di laut yang menewaskan seorang nelayan di pantai Sumberwaru.

Pihaknya dan masyarakat serta lembaga terkait telah mengevakuasi para korban. "Setelah divisum, mayat korban langsung diserahkan ke keluarga korban untuk dimakamkan," kata Puriyono.

Berdasarkan kesaksian para saksi, pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa kasus ini murni kecelakaan kerja. "Ini telah ditangani oleh Polisi Sektor Banyuputih dan pusat kesehatan Puskesmas Banyuputih," tuturnya. (adi/per)