Minggu Ceria Bermain Egrang di Pasar Lumpur Pelosok Desa Kabupaten Jember

Iklan Semua Halaman

Minggu Ceria Bermain Egrang di Pasar Lumpur Pelosok Desa Kabupaten Jember

Ekspektasi
Sunday, 25 August 2019

Advertise

Advertise

EKSPEKTASI.ID - Matahari mulai senja, tetapi tawa riang disertai teriakan anak kecil itu masih terdengar. Di lapangan terbuka, anak-anak dengan orang tua dan juga orang dewasa lainnya, tampak antusias bermain egrang. Itulah sedikit suasana acara Pasar Lumpur yang diadakan oleh Komunitas Tanoker sepanjang Minggu (25/8/2019), dari pagi hingga sore.

"Kami selalu mengadakan Pasar Lumpur setiap hari Minggu terakhir setiap bulannya. Dan Egrang menjadi menu permainan wajib dalam outbond ini," kata Iwan Joyo Suprapto, seorang humas Komunitas Tanoker berpusat di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.


Minggu Ceria Bermain Egrang di Pasar Lumpur Pelosok Desa Kabupaten Jember
Serunya Anak-Anak Bermain Egrang di Pasar Lumpur 25 Agustus 2019

Egrang adalah permainan tradisional yang banyak tersedia di berbagai daerah. Game ini mengandalkan kekompakan tim. Yakni bagaimana sebuah tim bisa bergerak bersama dan dengan cekatan sandal kayu besar. Jika satu anggota tidak bergerak bersama, bisa dipastikan akan jatuh semua.

"Kita harus melestarikan permainan tradisional seperti egrang. Selain melestarikan tradisi budaya kita, juga karena permainan tradisional seperti ini dapat mengembangkan kemampuan anak dalam bersosialisasi dengan teman sebaya mereka. Fase kehidupan yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan seperti halnya bermain gadget di rumah , "kata Iwan.

Dinamakan Pasar Lumpur karena salah satu inti dari acara outbond untuk keluarga ini adalah bermain polo air di lapangan yang penuh lumpur, bekas area persawahan di Desa Sumber Lesung, Kabupaten Ledokombo. "Jadi memang kami sedang berusaha membuat wisata pedesaan sekaligus konsep pemberdayaan. Di sekitar area permainan, para ibu akan menjual camilan sehat, yang berasal dari persiapan alami dari desa mereka sendiri," kata Iwan.


Lomba Makan Timun sebagai ganti Lomba Makan Kerupuk

Konsep camilan sehat memang juga salah satu fokus komunitas ini. Dengan mengusung tema peringatan kemerdekaan, mereka menggelar beberapa lomba khas bernuansa Agustusan. Namun yang membedakan, seperti kompetisi makan kerupuk yang makanannya diganti oleh buah dan mentimun. Sebab, buah semangka dan mentimun dianggap lebih sehat dan alami daripada kerupuk.

"Kami memang berkampanye untuk Makanan Sehat untuk semua warga. Melalui gerakan makanan sehat, kami ingin mempromosikan upaya untuk membentuk masyarakat yang sehat dan kuat, dimulai dengan rumah tangga dan desa," kata Iwan.

Selain kompetisi makan buah semangka dan mentimun, Komunitas Tanoker juga mengadakan beberapa acara dengan konsep outbound keluarga dan memperkuat branding Tanoker dan Ledokombo sebagai pusat pendidikan dan keluarga. Salah satunya adalah kompetisi pembuatan makanan dan minuman sehat yang membutuhkan penggunaan bahan makanan alami yang bebas pengawet.

"Kami mengadakan kompetisi untuk menciptakan makanan sehat dan minuman ringan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dari 10 desa di Kabupaten Ledokombo. Dengan cara ini, kami berharap dapat lebih memotivasi para ibu bahwa desa ini memiliki keanekaragaman makanan biologis dan alami , dengan meminimalkan penggunaan bahan-bahan kimiawi dan atau pengawet yang tidak sehat. Di sini, peran ibu menjadi sangat penting, "kata Iwan. (Ad/Fa)