Komunitas Tanoker Ledokombo Jember Mengubah Wajah Desa Menjadi Mandiri

Iklan Semua Halaman

Komunitas Tanoker Ledokombo Jember Mengubah Wajah Desa Menjadi Mandiri

Ekspektasi
Tuesday, 27 August 2019

Advertise

Advertise

Berawal dari keprihatinan akan minimnya anak-anak desa yang bermain permainan tradisional seperti engrang, Pasangan suami istri asal Jember Ibu Farha Ciciek dan Bapak Supo membentuk komunitas Tanoker. Keduanya kemudian memelopori taman bermain untuk anak-anak desa.

"Tapi pendirian komunitas ini dan perkembangannya murni inisiatif anak-anak. Kami hanya membantu memfasilitasi itu," kata Farha.


Komunitas Tanoker Ledokombo Jember Mengubah Wajah Desa Menjadi Mandiri
Anak-Anak ikut Lomba Mewarnai Menggambar

Perlahan, inisiasi komunitas Tanoker mulai banyak mengubah wajah Ledokombo. Tidak hanya menjadi taman bermain, komunitas ini juga sering memberikan bantuan untuk pekerja migran (sebelumnya disebut TKI) dari Ledokombo yang memiliki masalah ketika bekerja di luar negeri.

Dengan kesabaran dan ketangguhan, komunitas ini juga sering berkampanye untuk cara-cara yang aman bekerja ke luar negeri, sehingga penduduk desa yang tidak bersalah tidak terjebak dalam sindikat perdagangan manusia, yang memang sering berkeliaran di desa-desa terpencil.




Upaya mengubah wajah desa menjadi mandiri melalui upaya bersama ini, kemudian banyak dihargai oleh berbagai pihak. Pada 2017 misalnya, Presiden Joko Widodo melalui Unit Kerja Presiden untuk Pengembangan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) kemudian memasukkan pasangan Suporahardjo-Farha Ciciek sebagai Ikon Prestasi Indonesia.


Ibu Farha/Ciciek

Lembaga, yang baru dibentuk dan dipimpin oleh intelektual Yudi Latif, termasuk pasangan Suporahardjo-Farha Ciciek bersama dengan 71 individu / pasangan / lembaga lain untuk menerima penghargaan langsung dari Jokowi pada 21 Agustus 2017.

Tidak mengherankan, jika dalam setiap acara, Festival Egrang diadakan setahun sekali, selalu ada perwakilan pejabat tingkat menteri yang hadir, untuk menghidupkan acara yang identik dengan keceriaan anak-anak. (*)