Kecam Rasisme, Mahasiswa Papua di Jember Gelar Aksi Keprihatinan

Iklan Semua Halaman

Kecam Rasisme, Mahasiswa Papua di Jember Gelar Aksi Keprihatinan

Ekspektasi
Thursday, 29 August 2019

Advertise

Advertise

EKSPEKTASI.ID - Insiden berbau rasisme yang terjadi di Asrama Papua di Surabaya beberapa waktu lalu, masih berbuntut panjang. Kali ini reaksi datang dari mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu di Jember, Jawa Timur.

Mereka menggelar aksi turun ke jalan pada Rabu (28/08) sore untuk memprotes keras tindakan berbau rasisme. Mereka menamakan diri Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Papua (Permappa) di Jember.

"Kami sangat prihatin dengan saudara-saudara kami yang dapat intimidasi dan rasisme di Surabaya," tutur Hamzek Kogoya, koordinator aksi mahasiswa Papua.


Kecam Rasisme, Mahasiswa Papua di Jember Gelar Aksi Keprihatinan
Foto : Aksi damai mahasiswa Papua di Jember mengecam rasisme

Para mahasiswa Papua menyebut, aksi rasisme yang mereka terima bukan hal baru, karena sudah terjadi sejak tahun 2017 yang ditandai dengan pembatasan kebebasan mereka dalam berdemokrasi.

"Peristiwa kemarin merupakan puncak dari segala yang kami alami selama ini. Kami mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu di Jawa, maupun Bali sudah sering mengalami tindakan rasisme," lanjut Hamzek.

Para mahasiswa Papua di Jember itu mempersoalkan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang terjadi pada 16 hingga 17 Agustus 2019. Juga aksi damai mahasiswa Papua di Kota Malang pada 15 Agustus 2019 yang justru berujung luka-luka di pihak mahasiswa.

"Kata-kata yang kami terima amat menyakitkan. Sehingga kami tidak punya pilihan lain selain menuntut referendum atau penentuan nasib sendiri," lanjut Hamzek.

Sikap mereka yang menutut referendum ini, menurut Hamzek sudah dkomunikasikan dengan sesama mahasiswa Papua yang menutut ilmu di Jawa dan Bali.

"Kami tidak ada komunikasi dengan Pemprov Papua," lanjut Hamzek.

Aksi tersebut diikuti puluhan mahasiswa Papua yang sedang menutut ilmu di Jember. Mereka menggelar aksi berjalan kaki (long march) dari kampus Universitas Jember menuju gedung DPRD Jember. Aksi mereka berlangsung cukup singkat dan damai. Aparat kepolisian mengawal ketat aksi mereka. (*/)