Calon Pimpinan KPK Nurul Ghufron Akan Bersinergi dengan Lembaga Lain Jika Terpilih

Iklan Semua Halaman

Calon Pimpinan KPK Nurul Ghufron Akan Bersinergi dengan Lembaga Lain Jika Terpilih

Ekspektasi
Monday, 26 August 2019

Advertise

Advertise

EKSPEKTASI.ID - Saat ini ada 20 nama yang terpilih calon pimpinan KPK. Diantara 20 nama Capim tersebut adalah Nurul Ghufron yang memiliki latar belakang akademis.

Pria ini mengakui bahwa dirinya sangat siap menjalani tes kesehatan dan akan dilanjutkan dengan tes wawancara dan tes publik oleh tim Capim Pansel KPK.

Pria yang akrab di panggil Ghufron, saat ini masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum di Universitas Jember.


Calon Pimpinan KPK Nurul Ghufron Berjanji Akan Bersinergi dengan Lembaga Lain Jika Terpilih


Ghufron menjalani tes wawancara dan tes uji publik pada hari kedua atau pada hari Rabu, 28 Agustus 2019 berdasarkan jadwal yang telah dibuat panitia.

Mengenai visi dan misi sebagai calon pemimpin KPK, Ghufron mengatakan salah satu visi misinya akan memperkuat koordinasi dan kerja sama KPK dengan lembaga lain. Ghufron juga mengkritik efektivitas penuntutan seperti OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang menjadi trending topik berita tentang KPK.

"Bagi saya, korupsi harus dipahami sebagai masalah bersama. Sehingga tanpa kebersamaan dengan aparat penegak hukum lainnya, KPK hanya akan menampilkan penangkapan secara teatrikal, tetapi pengaruhnya tidak besar," kata Ghufron ketika ditemui di kampus Fakultas Hukum, Universitas Jember.

Meskipun secara undang-undang memiliki otoritas yang berbeda dari jaksa dan polisi, Ghufron melihat KPK memiliki keterbatasan. "Karena anggaran, personel dan jaringan KPK terbatas. Berbeda dengan kantor kejaksaan yang menjangkau kabupaten / kota, dan juga polisi yang bisa menjangkau kecamatan di seluruh Indonesia," kata lelaki kelahiran Sumenep, 22 September 1974 ini.

Karena itu, jika terpilih sebagai ketua KPK nanti, Ghufron berjanji akan meningkatkan sinergi KPK dengan lembaga lain. Selain itu, fungsi pencegahan juga akan semakin diperkuat. Ini karena mekanisme kompensasi saat ini dianggap belum sepenuhnya memulihkan kerusakan yang disebabkan oleh korupsi.

"Saya ingin bersinergi tidak hanya dengan pejabat penegak hukum lainnya, tetapi juga dengan semua mekanisme pencegahan seperti Bawasda, inspektorat, BPKP dan BPK. Penegakan hokum harus sukses tanpa ada yang dikorbankan, jika ada korban akan sulit pulih 100 persen , "Kata Ghufron.

"Misalnya, kerugian yang timbul dari jembatan rusak karena korupsi. Mungkin kompensasi dapat dihitung, tetapi fungsi jembatan yang tidak tercapai karena rusak, tidak akan dipulihkan dengan kompensasi (yang diputuskan dalam putusan pengadilan , red), "lanjut dokter hukum pidana yang lulus dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan oleh Tim Capim KPK, sebanyak 20 kandidat capim KPK akan menjalani pemeriksaan medis pada Senin (26/8/2019) besok di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto. Selanjutnya, pada gilirannya para kandidat akan menjalani wawancara dan pengujian publik pada 27-29 Agustus.

Dari 20 kandidat, selanjutnya akan dikurangi menjadi 10 nama yang kemudian akan diserahkan oleh Tim Pansel kepada Presiden Jokowi pada 2 September 2019.

Selanjutnya, presiden akan segera menyerahkan 10 nama untuk diproses lebih lanjut oleh Parlemen selama sesi terakhirnya di periode ini, untuk kemudian menetapkan 5 nama yang akan memimpin Gedung Merah Putih, penunjukan untuk kantor pusat KPK di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. (*)